Minggu, 17 Juni 2018

Sebuah Opini


Sering kali saya masih menemukan kasus dimana orang berpikir salah mengenai wanita- wanita yang bermake up, like everyday. Stigma orang- orang yang tidak merasakan; tidak tahu; tidak mencoba mencari tahu ini adalah sesuatu yang sebetulnya saya sayangkan.

Saya yakin, hampir semua orang memiliki keinginan. Dan bagaimana dia hidup dan melanjutkan hidup, adalah untuk mencapai keinginannya tersebut.

Nggak perlu yang terlalu muluk atau jauh, seperti menguasai dunia atau menjadi hokage. Cukup dengan yang sederhana- sederhana saja dulu. Misalnya keinginan untuk memberanikan diri ngechat gebetan apakah hari itu dia sudah makan dan bernafas atau belum.

Keinginan itu kadang seperti resolusi tahun baru yang kadalursa; aku ingin menjadi lebih baik lagi. Satu kata: hilih. Hilih, tapi nggak salah. Nggak ada yang salah dengan keinginan setiap orang.

Saya ingin memakai make up hari ini. Oke. Saya tidak ingin memakai make up hari ini. Oke. Saya ingin terlihat modis dengan membeli berbagai macam baju dan menggabungkannya. Fine. Saya tidak ingin membeli baju jadi uangnya lebih baik untuk beli magic jar saja. Tidak masalah.

Itu semua, adalah pilihan masing- masing. Dan tidak ada yang bisa membenarkan yang satu dan menyalahkan yang lain. Manusia yang sedang membeli lipstik tidak bisa dianalogikan dengan manusia yang sedang membeli buku. Gampangnya, itu adalah dua hal yang berbeda.

Saya suka membeli buku karena saya suka membaca buku, buku membuat saya kaya akan hal- hal baru yang menarik dan saya senang mendapatkannya. Saya suka membeli lipstik karena saya suka melihat diri saya dengan warna- warna ceria itu ketika saya bercermin, dan tak perlu susah- susah menjelaskan kepada orang- orang bilamana saya sehat hanya saja terlihat seperti orang sakit jika tidak memakai lipstik.

Tapi, tidak menyukai membaca buku, misalnya karena saya mudah bosan dan lebih suka mendapat hal- hal baru dari pengalaman langsung, maka itu tidak masalah. Atau tidak membeli lipstik karena saya tidak terlihat pucat atau walaupun terlihat pucat, itu tidak masalah karena saya tetap suka terlihat seperti itu.


Saya rasa, akan terasa lebih mudah bila memahami berbagai macam hal dengan cara yang positif; dengan melakukan apa yang disukai, dan tidak mempermasalahkan apa yang orang lain sukai.

Dan untuk beberapa orang yang masih terbebani dengan pendapat orang lain soal apa yang kalian suka, apa yang kalian kenakan, maka percayalah bahwa tidak seorang pun dapat mengerti apa yang tidak mereka rasakan. Juga untuk beberapa dari kita yang masih mengira bahwa effort, hobi, atau kegemaran yang dilakukan orang lain itu semata mata untuk menarik atensi kita semata, maka yang ingin saya katakan: honey, it's not all about you. Jangan ge er. Jangan.

***



Btw, opini saya terinspirasi dari kutipan Soe Hok Gie. Katanya; "Perempuan akan selalu di bawah laki- laki kalau yang diurusi hanya baju dan kecantikan." Dan saya setuju seratus persen.

Kamis, 07 Juni 2018

Obat Tidur Malam ini Adalah Kabar Darimu

Sebuah judul yang sangat wagu, dan sejatinya clickbait.


Seperti malam- malam dimana saya tidak bisa tidur, maka beruneg- uneg di sini adalah sesuatu yang biasa saya lakukan.

Akhir- akhir ini, saya sibuk memahami sesuatu. Bahwa manusia adalah mahkluk yang sangat mudah berubah. Sedetik yang lalu tersenyum, sedetik kemudian bersedih. Dan hal yang saya pahami lagi adalah, manusia adalah makhluk yang sangat mudah menyimpulkan. Ya seperti saya ini.

Kita tidak pernah tahu apa yang orang lain sembunyikan di balik senyumnya. Apa yang manusia itu rasakan di balik candaannya yang ceria. Dan terkadang, kita memang tidak perlu tahu. Tidak semua hal adalah sesuatu yang perlu dibagikan oleh semua orang, bahkan yang terdekat sekalipun. Sebab, cerita hanyalah cerita. Perasaan adalah milik diri sendiri.

Oleh karena itu, bagi saya, tugas kita sebagai manusia adalah belajar memahami manusia yang lain. Tidak tergesa- gesa mengambil pemahaman terhadap perubahan orang lain. Sulit memang, memahami apa yang bahkan tidak kita mengerti. Tapi disitulah tantangannya.

Pada dasarnya, saya yakin bahwa tidak ada yang berusaha untuk saling merugikan. Perbedaan antar manusia itulah yang sejatinya merubah efek kerja sikap, perilaku, dan perasaan. Pun, tingkat kepekaan dan resistensi manusia untuk menerima perubahan juga beragam. Kesalah pahaman dan miskomunikasi sering terakumulasi di sini.

Saya harap, semakin kita dewasa, baik secara usia dan tentu pola pikir, kita dapat menjadikan perubahan sebagai alur kehidupan. Harus dimaknai secara positif. Juga, saya rasa belajar menjadi manusia yang dapat membawakan dirinya dengan menyenangkan adalah sesuatu yang baik. Karena beberapa orang yang sejatinya baik, terkadang lupa bagaimana caranya menjadi menyenangkan untuk sekitar.








Sabtu, 02 Juni 2018

Sosok yang Melebur

"Oke?"

"Oke."

Terkadang, mencari sosok sosok yang tidak pernah kita miliki memang sesederhana janji makan martabak di suatu sore yang tidak akan pernah kita miliki. 



Seharusnya, kelak kau jatuh cinta dengan senyumanmu sendiri.